
Pada proses pembakaran di dalam oven, perubahan suhu oven tidak ditunjukkan melalui lampu peringatan. Perubahan tersebut akan terlihat dalam bentuk perubahan dimensi kritis setelah proses pembakaran selesai, atau berupa penyimpangan pada profil fotoresist. Hal ini membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk diperbaiki. Dalam proses pengeringan wafer, baik yang menggunakan metode “soft bake” maupun “hard bake”, tingkat panas yang digunakan sudah ditentukan secara pasti.
Kami merancang oven laboratorium semikonduktor kami menggunakan sinar inframerah pendek, karena energinya dapat langsung masuk ke dalam fotoresist dan substrat wafer, bukan ke dinding oven. Hal ini memungkinkan pengendalian suhu yang lebih baik, serta hasil pemrosesan yang konsisten dari batch ke batch.
Yang penting dalam prosesnya: Kami memilih sumber sinar inframerah pendek yang memiliki respons cepat dan kontrol spektral yang baik. Dengan demikian, suhu di seluruh permukaan wafer dapat dikendalikan hingga ±0,1°C. Daya puncak lampu disesuaikan dengan volume oven dan aliran udara, sehingga lampu dapat mencapai suhu yang diinginkan tanpa melebihi batasnya.
Lapisan kuarsa dan komponen keramik digunakan untuk menghindari pembentukan partikel, sehingga lingkungan di dalam oven tetap bersih sesuai standar Cleanroom Class 1–100. Lampu ini dapat beroperasi 24/7, dengan output yang stabil selama lebih dari 5.000 jam, dengan penurunan intensitas cahaya kurang dari 5%.
Mengapa metode ini efektif dalam proses litografi: Dalam proses litografi, metode “soft bake” digunakan untuk menghilangkan pelarut dari permukaan wafer. Jika suhunya terlalu rendah, pelarut akan tetap menempel pada permukaan wafer. Sebaliknya, jika suhunya terlalu tinggi, zat-zat yang berfungsi melindungi struktur fotoresist akan hilang. Metode inframerah kami memungkinkan wafer mencapai suhu yang diinginkan dengan cepat, lalu mempertahankannya agar hasil pemrosesan tetap konsisten dari batch ke batch.
Untuk proses “hard bake” dan pengerasan bahan, lampu ini mempertahankan profil suhu yang diinginkan tanpa adanya area yang terlalu panas. Dengan demikian, integritas perangkat dapat terjaga, dan tingkat produksi pun tetap tinggi. Penggunaan energi juga berkurang, karena lampu memanaskan produk secara langsung, bukan dinding oven.
Detail praktis yang perlu diperhatikan: Pemasangan lampu harus disesuaikan dengan geometri reflektor oven dan pola aliran udara. Jika penyesuaian tersebut tidak dilakukan, akan ada variasi suhu dari satu sisi ke sisi lainnya. Sebelum integrasi, pastikan tegangan, konektor, dan batas beban termal oven sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.
Di lingkungan dengan kelembapan tinggi, pastikan jendela lampu tidak tertutup embun, dengan menggunakan mounting yang kedap udara dan sistem penyedotan udara yang efektif. Selain itu, rencanakan periode perawatan lampu agar tidak terjadi gangguan operasional yang tak terduga.